SOLIDARITAS

posted in: #Social | 0

Bertemu kawan lama, Budiman Sudjatmiko, anggota DPR RI dari PDIP. Saya kenal sejak masih di LBH Jakarta dan menjadi pengacara Budiman dkk sebagai pengurus Partai Rakyat Demokratik yang ditangkap rezim Soeharto, menyusul peristiwa 27 Juli 1996.

Kami ngobrol santai dengan Dr. Rolf Mützenich, Wakil Ketua Faksi Partai Sosial Demokrat (SPD) Jerman, yang sedang berkunjung ke Indonesia. Dia bertanggung jawab untuk kebijakan luar negeri, pertahanan dan hak asasi manusia.

Kami berdiskusi tentang kondisi kekinian di Jerman dan Indonesia. Tantangan menguatnya politik reaksioner kaum konservatif di Jerman, terkait makin banyaknya pengungsi asal Syria di sana (sudah mencapai lebih satu juta orang), serta sikap politik SPD untuk melawannya.

Masih maraknya politik sektarian di Indonesia karena kegagapan ideologi kebanyakan partai politik maupun aktivisnya. Tantangan ke depan khususnya pasca-Jokowi tahun 2024, serta harapan-harapan baru dengan gagasan perubahan dari lokal di tingkat desa, hingga munculnya partai nasionalis yang “disruptive” seperti Partai Solidaritas Indonesia.

Kalau dari ngobrol semalam, ke depan rasanya banyak yang bisa dilakukan bersama antara PSI, PDIP dan SPD. Kami sama-sama merasa pentingnya kehadiran negara sekaligus tetap menghargai demokrasi.

Kami sama-sama ingin keadilan sosial yang didukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Kami sama-sama percaya perubahan secara damai dan bertahap menuju kesejahteraan rakyat itu sangat mungkin. Kami mendukung hak asasi manusia dan perlindungan terhadap minoritas.

PDIP menyebutnya Marhaenisme, SPD menyebutnya demokrasi sosial, PSI menyebutnya Solidaritas. Itulah rasanya yang sudah menyatukan kami sejak lama hingga sekarang, juga untuk waktu yang amat panjang ke depan.

#PSInomor11
#NgalamBois

Leave a Reply