SOLIDARITAS kemanusiaan TERGERUS persepsi

posted in: #Cultural | 0

Kejahatan kemanusiaan baru saja terjadi lewat aksi penyanderaan yang dilakukan beberapa tahanan teroris di MAKO BRIMOB Jakarta. 5 anggota POLRI gugur dalam menjalankan Tugasnya. Mereka gugur setelah melalui rangkaian tindakan aksi tahanan terorisme diluar batas batas kemanusiaan. 5 pahlawan itu sudah dimakamkan, Mako Brimob sdh diamankan, namun yang masih belum terkendali adalahpersepsi publik yang terus menggoreng peristiwa tersebut untuk kepentingan kepentingan pragmatis.

Era keterbukaan informasi mengakibatkan mudah terbesarnya berbagai macam informasi. Semua orang bisa mengakses dan menyebarkan kepada yang lain. Opini pun terbentuk sebagai akumulasi persepsi atas informasi yang berkembang. Peristiwa Mako Brimob pun tidak lepas dari liputan. Semua orang, mulai dari Pengamat,Pejabat terkait, sampai dengan warga masyarakat biasapun mulai melontarkan berbagai pendapat tentang kejadian penyanderaan oleh tahanan Terorisme.
Ada 2 spekulasi yang beredar dan menjadi latar belakang mengapa peristiwa tersebut terjadi. Satu pihak, peristiwa tersebut dikaitkan dengan keberadaan Ahok yang masih mendekam di Mako Brimob atau perlakuan pemberian makanan yang diskriminatif. Di pihak lain, menyatakan upaya penyanderaan tersebut menjadi sebuah aksi terencana sebagai wujud protes akan adanya dinamika politik yang sedang memanas.

Saling maki, hujat dan menyalahkanpun tak terhindarkan terutama jika melihat informasi di media sosial. Masing masing pihak bersikukuh mempertahankan rasionalitas persepsinya. Ada yang sedikit mengusik Rasa. Nilai kemanusiaan tidak lebih dari sebuah materi yang sengaja dikorbankan untuk memperkuat persepsi tersebut. Beredarnya Video atau foto yang sama sekali tidak layak dipertontonkanpun menjadi konsumsi publik. Semuanya demi mempertahankan dan terus mempengaruhi isu yang ingin dikembangkan untuk mempengaruhi persepsi publik.

Tidak pernah dibayangkan bagaimana jadinya dan perasaan keluarga ketika harus menyaksikan detik2 dimana para Pahlawan yang kemarin dikukuhkan tersebut berpulang. Ada yang patut disesalkan ketika video kekerasan atas manusia demi tujuan satu kelompok tersebut beredar. Solidaritas kemanusiaan telah tergerus dengan arus informasi yang hanya ingin menggiring persepsi publik.

Para cendikiawan dan intelektual negeri ini pun tak kalah heboh dengan argumentasi yang cenderung menikmati popularitas politis atas insiden kemanusiaan tersebut. Komnas HAM entah pergi kemana sehingga peristiwa tersebut luput dari amatan mereka yang sering kali kritis atas kejahatan kemanusiaan.

Peristiwa di Mako Brimob perlu kita refleksikan. Semua komponen bangsa harusnya bersatu untuk menegakan nilai kemanusia. KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB sudah saatnya menegur seluruh komponen bangsa untuk bersatu memerangi ancaman persatuan yang mulai dikoyak-koyak. Ancaman persatuan hanya dapat diwujudkan melalui aksi solidaritas kemanusiaan dengan langkah nyata. Menahan diri untuk menyebarkan informasi, penyampaian pendapat di muka umum yg bersifat menyejukkan perlu segera dibangun digagas sebagai gerakan solidaritas kemanusiaan. ketika video kekerasan atas manusia demi tujuan satu kelompok tersebut beredar. Solidaritas kemanusiaan telah tergerus dengan arus informasi yang hanya ingin menggiring persepsi publik.

Peristiwa di Mako Brimob perlu kita refleksikan. Semua komponen bangsa harusnya bersatu untuk menegakan nilai kemanusia. KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB sudah saatnya menegur seluruh komponen bangsa untuk bersatu memerangi ancaman persatuan yang mulai dikoyak-koyak. Ancaman persatuan hanya dapat diwujudkan melalui aksi solidaritas kemanusiaan dengan langkah nyata. Menahan diri untuk menyebarkan informasi, penyampaian pendapat di muka umum yg bersifat menyejukkan perlu segera dibangun digagas sebagai gerakan solidaritas kemanusiaan. (BamDev)

Leave a Reply