SOLIDARITAS dan TOLERANSI Gaya Malang

posted in: #Cultural, #Ngalambois | 0
takjil ramadhan
Sumber foto: https://www.vebma.com

Saya termasuk yang percaya bahwa toleransi sesungguhnya adalah keseharian bangsa Indonesia. Masyarakat tak pernah mau “pusing” atas perbedaan-perbedaan yang ada. Selama tak saling mengganggu, saling mengamankan, menghormati, dan menghargai, masyarakat bisa berbuat apa saja bersama-sama, tanpa repot pada perbedaan-perbedaan.

Buka Bersama : Simbol kebersamaan tradisi Indonesia asli

Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah bagi penganut Islam. Puasa dilakukan sebagai upaya pemurnian sekaligus pengendalian hawa nafsu untuk semakin menuju Fitri, kembali pada fitrahNya. Tradisi puasa di daerah Sumber Pucung Kabupaten Malang, juga disebagian besar masyarakat Indonesia mengenal buka puasa besar. Bukan cuma antara sesama Muslim yang terikat pertemanan, persaudaraan ataupun organisasi. Dalam banyak pengalaman persaudaraan antara keyakinan yang terpupuk guyubpun menjadi dasar berbela rasa dalam kegiatan buka bersama.

Gereja, Pura bahkan klenteng ikut berpartisipasi dalam kegiatan bagi bagi takjil dan buka bersama di kalangan masyatakat. Kegiatan ini terselenggara secara spontan sebagai wujud apresiasi pada saudara saudara mereka yg beragama Islam yang tengah menunaikan Ibadah Puasa. “ikut senang rasanya bisa memberikan takjil kepada pengguna jalan sepulang kerja untuk mereka yg tengah menunaikan ibadahnya”. Ungkap seorang pembagi takjil yg kebetulan beragama Nasrani. “Saya bisa merasakan!, lelah, lapar dan haus saudara saudari Muslim ketika mereka pulang dari aktivitas bekerja”. Lanjut dia.

“Takjil ini mungkin tidak seberapa enak apalagi banyak untuk bisa mengobati rasa dahaga dan lapar mereka. Namun akan cukup menjadi berkat bagi mereka yang tidak tidak bisa segera berkumpul dg anggota keluarganya untuk berbuka bersama”. Terang seorang habis membagikan takjilnya. “Kami adalah juga keluarga” ujar singkat seorang sambil mengambil stok takjil yg masih tersisa.

Selain pembagian takjil buka puasa bersama adalah tradisi bulan Ramadhan yanb hanya terjadi di Malang Raya secara khusus dan indonesia secara umum. Tradisi ini berkembang tanpa mengenal sekat suku, agama ataupun etnis. Wujud solidaritas berbagi ini menjadi ciri khas masyarakat asli indonesia yang mengedepankan tradisi/budaya gotong royong, spirit utama yang menjadi pondasi kehidupan berbangsa, PANCASILA..

Baca: Selama 20 Tahun, Umat Buddha di Malang Sediakan Buka Puasa Gratis

Leave a Reply