REMBUG RAKYAT MALANG RAYA : Politik itu Menyenangkan!

5 Oktober 2018, Wisma Jasa Tirta 1, tempat digelarnya Rembug Rakyat Malang Raya, menjadi saksi perubahan itu diawali. Saya benar-benar tidak menyangka warga Malang Raya bisa demikian.

Gelaran Rembug Rakyat dilaksanakan ala rakyat. Selesai, tanpa ada panggung yang memisahkan antara pembicara dengan peserta. Sebuah bersamaan terjadi diatas karpet biru.

Suasana panas siang itu membuat saya berpikir. Harus dilakukan beberapa perubahan karena situasinya memang menuntut hal tersebut. Beberapa rekan kami ajak berembug dan seperti inilah jadinya.

Acara perkenalan kami laksanakan dengan penuh tawa. Pembagian kelompok mewarnai pencairan beberapa peserta yang berasal dari berbagai komunitas dan tempat berbeda. Senda gurau dan tawa mewarnai awal pertemuan.

Dilanjutkan dengan pengenalan produk kerajinan oleh pak Untung. Salah satu pengrajin dan seorang penyandang difabel dari dari Pakis dengan produk dari limbah tempurung kelapa. Dan dilanjutkan dengan workshop Hidroganik oleh Pak Basiri, seorang warga yang bengkel mimpi di Pagelaran.Antuisme peserta benar benar tinggi, dan mereka terlihat senang.

cara talk show “memotret” Malang Raya dari berbagai sisi dengan menghadirkan tokoh inspiratif Malang Rayapun diwarnai dengan antuisme yg tinggi. Berbagai pertanyaan disampaikan peserta sebagai bentuk bahwa merekapun sebenarnya memperhatikan perkembangan. Merekapun mencoba menjawab tantangan perkembangan sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Pertemuan tersebut melahirkan sebuah semangat baru tentang pentingnya Sinergi, gotong royong.

Pagi tanggal 6 Oktober diwali dengan senam pagi. Acara inti Rembug an saya awali dengan pemaparan dana aspirasi yang akan menjadi modal mereka dalam menyusun program kegiatan mereka.

Diskusi kelompok dikategorikan sesuai bidang pertanian, anak muda, difabel, seni budaya, desa wisata, pengajin, dll. Mulai merumuskan 10 persoalan pokok sampai dengan memilih 3 dari 10 persoalan pokok tersebut untuk dijadikan sebagai pijakan menyusun kegiatan.

Sinergitas antar kelompok dirajut sebagai penajaman melalui pertanyaan yang saya ajukan ditambah oleh peserta lainnya. Semakin dalam dan tajam dalam melihat persoalan serta solusinya. Begitu luar biasa peserta.

Tidak salah saya memutuskan Malang Raya sebagai tempat memilih kontituen, daerah keterwakilan. Saya lihat warga Malang Raya sangat potensial baik sumber daya alam dan warganya. Hanya pengelolaan yang kurang atau tidak tepat yang menyebabkan Warga malang masih tertinggal.

Saya melihat hari ini, bahwa politik begitu menyenangkan, penuh kegembiraan. Saya ingat ajakan presiden Jokowi ketika pidato saat pendaftaran dirinys sebagai capres 2019. “Mari kita gunakan pemilu sebagai perayaan penuh kegembiraan dalam berdemokrasi…”.

Bersyukur sekali saya, bahwa 2 hari ini kami semua melakukan seperti yang diinginkan presiden Jokowi. Kami gunakan kegiatan politik untuk semakin mencerdaskan masyarakat. Kegiatan ini bukan janji, melainkan bukti yang bisa kami berikan sampai saat ini dalam berpolitik.

Inilah awal perubahan yang kami inginkan. Seturut meningkatnya kecerdasan, partisipasi politik masyarakat maka politik akan menjadi berkualitas. Itulah politik yang menyenangkan.

Salam,
SURYA TJANDRA
CALEG DPR RI dapil V, Malang Raya
Partai Solidaritas Indonesia

Leave a Reply