RADIKALISME di PTN merupakan ANCAMAN SERIUS bagi PANCASILA

posted in: #Social | 0

Masyarakat adalah sekelompok orang yang memutuskan hidup bersama dengan komitmen untuk tujuan tertentu, kata Russeau. Tujuan tertentu adalah suatu keadaan yang ingin diciptakan di masa mendatang. Sesuatu tersebut adalah sebuah imajinasi, penggambaran hal yang bersifat indah di masa depan. komitmen adalah perangkat yang dipercaya dan bersifat rasional bisa mengawal bisa tujuan bisa tercapai. Perangkat ini berikan nilai-nilai, asas, prinsip dan dasar yang mengikat seluruh anggota masyarakat.

Masyarakat Indonesia memiliki Pancasila. Pancasila adalah komitmen seluruh komponen penyusun bangsa. Masa depan yang diimajinasikan membentuk kesatuan bangsa berasas Ketuhanan untuk kemanusiaan, keadilan dan permusyawaratan demi keadilan sosial. Pancasila adalah dasar dan pandangan hidup bangsa. Pancasila adalah pemersatu keadaan bangsa muliti dimensi, baik secara etnis, agama. Dengan kata lain, Pancasila adalah energi suci yang membingkai perjalanan bangsa ini menuju masa depannya.

Kehidupan berbangsapun berjalan. Era mengalami perubahan. Banyak penyesuaian dilakukan karena pengaruhi perkembangan masyarakat dunia. Persaingan makin tinggi dan saling mempengaruhi dinamika berinteraksi. Tuntutan profesionalitas menjadi alasan rasional akibat perkembangan pengetahuan yang semakin mengedepankan spesialisasi. Hal tersebut berujung pada rutinitas aktivitas berorientasi problem solving. Semua orang punya atau kelomppok masalahnya sendiri karena bentuk kehidupan yang dipilih. Menjadi pragmatis adalah keadaan alamiah yg terbentuk dari pertumbuhan konsep survival for the fittestnya Darwin ini.

radikalisme kampus

Pragmatisme melahirkan produk individualistis, materialistis, hedonistis bahkan sensasionalistik. Dan ini tidak sejalan dengan pengertian Erich Fromm, bahwa kita adalah pribadi-pribadi yang harus tumbuh sesuai dengan kebutuhan masyarakat dimana kita tumbuh. Tentu saja ini bukanlah sebuah yang menguntungkan bagi komitmen untuk tumbuh. Ancaman terhadap memudarnya energi yang dikandung oleh Pancasila dan mulai melenyapnya imajinasi indah tentang konsep hidup bersamapun semakin nyata dengan maraknya keinginan pribadi atau kelompok mengkonfrontir kebenaran orang/ kelompok lain atas nama kebenaran dirii/kelompoknya sendiri.

Ketidakmampuan menciptakan imajinasi yang indah secara kolektif membawa akibat Pancasila sebagai sebuah energi memudar. Inilah kenyataan yang sedang lahir dan menjadi. Ketika energi yang terkandung dalam imajinasi telah berubah maka energi sekaligus imajinasi tersebut akan mati dan berubah menuju energi dan imajinasi yang baru. Pertanyaannya? Apakah Pancasila sudah saatnya direlakan mati atau perlu dibangun ekosistem baru yang untuk memberikan ruang di dalam pemikiran setiap orang, bahwa pancasila perlu disiram, dipupuk dan dihidupi/dirawat dalam aktivitas hidup keseharian? Ini butuh keteladanan! Karena mungkin setiap orang bisa mengatakan masih percaya pada Pancasila, tapi tetap saja melakukan yang tidak Pancasilais

Kejadian Perguruan Tinggi Negeri menjadi tempat tumbuhnya paham Radikalisme adalah sebuah bukti bahwa Pancasila telah dikubur hidup hidup semenjak era reformasi digulirkan. Generasi intelektual muda kampus harus saling berhadapan bahkan berdebat bukan bagaimana bangsa ini dipersiapkan untuk survive ke depan; namun persoalan ideologi yang sebenarnya sudah final. Ini adalah ancaman serius bagi kehiduoan berbangsa. Rumah Bhinneka kita mau diruntuhkan. Kehidupan keberagaman mau dijadikan seragam.

Baca: Dianggap Jadi Sarang Paham Radikalisme, Universitas Brawijaya Masuk Radar Badan Antiteror

Tumbuhnya Radikalisme di PTN adalah bukti bahwa kita semua melupakan Pancasila sebagai energi pemersatu, dan itu menjadi mahal karena keturunan kita sendirilah yang menjadi lawan ideologis kita, yang hendak merubah pondasi kehidupan berbangsa kita. Dan diantara mereka adalah para pemimpin di tempat mereka beraktivitas. Butuh perhatian khusus bahkan intensif.

1 Juni 2018 adalah momentum yg bisa kita gunakan untuk mengaungkan kembali Pancasila sebagai falsafah dan pandangan hidup bangsa dalam keteladanan hidup kita. Bahwa kita yang cinta pada pancasila harus mampu menjadikan diri sendiri sebagai simbol hadirnya pancasila dalam segala aktivitas kehidupan nyata dengan menghadirkan kesejukan, perdamaian dan toleransi. Pancasila bukan lagi sebuah pengetahuan milik otak kita..tetapi Pancasila harus menjadi laku melalui budaya kita yang semakin bermartabat.

GARUDA PANCASILA

AKULAH PENDUKUNGMU

PATRIOT PROKLAMASI

SEDIA BERKORBAN UNTUKMU.

PANCASILA DASAR NEGARA

RAKYAT ADIL MAKMUR SENTOSA

PRIBADI BANGSAKU..

AYO MAJU..MAJU

AYO MAJU..MAJU

AYO MAJU..MAJU..MAJU

Maju kita bersama melawan radikalisme melalui budaya yang bermartabat..

Selamat penyambut hari Kelahiran Pancasila, 1 Juni 2018. JAYALAH SELALU…

Leave a Reply