#PRAY FOR INDONESIA Sebuah Sense of Crisis

posted in: #Spiritual | 0

Seniman sekaligus budayawan Aziz Supriyanto mengirimi sebuah instrumen bertajuk Pray For Indonesia..yg sudah diunggah di youtube.

Tepat tengah malam, saya dengarkan alunan alat musik Sampe yang dimainkan, saya merasakan goresan luka yang mendalam dalam notasi sampe tersebut. Suasana hening, cahaya remang membantu saya untuk memahami apa yang sedang dirasakan seniman yang kerap disapa kak Franklin tersebut.

Tanggal 2 dan 3 oktober ada 2 fenomena yang menjelaskan mengapa rasa pedihnya diekspresikan. Gempa bumi melanda Sulawesi Tengah. Kota Palu, Donggala dan sekitarnya luluh lantak tersapu tsunami.

800 jiwa melayang, belum lagi yang tak terdeteksi keberadaannya. Rekahan tanah menelan semua saja yang berada dan melintas diatasnya. Banyak rintihan tak terdengar sampai akhirnya lenyap dalam timbunan reruntuhan bangunan.

Seluruh mata masyarakat Indonesiapun menoleh ke Sulawesi Tengah. Bantuan bantuan wujud solidaritas sebagai manusia tanpa dikoordinir menuju lokasi bencana. Saya melihat sekali lagi bangsa ini menjadi utuh, meninggalkan spirit sektarian yang sering dilakukan dan dihembuskan. Indah sekali rasanya melihat indonesia menjadi negara Pancasila..

Sisi lain, ditengah seluruh mata tertuju pada penanggulangan bencana; seorang wanita lanjut usia yang tidak mau menerima takdir bahwa dirinya sudah uzur menceritakan pengalamannya karena proses perubahan fisiknya.

Ujungnya dia berujar “entah setan mana yang ada di kepala ini? Sehingga saya tega melakukan kebohongan ini!” Begitu pengakuannya mendahului upaya polisi menginterogasinya.

Tragis! Disaat perhatian seluruh komponen bangsa ini larut pada penderitaan saudara di Sulawesi Tengah, ada seorang warga negara lainnya mengemas penderitaan gara gara keingannya sendiri utk menghasut orang lain! Dan ironisnya, menyalahkan setan yang dia sendiri tidak tahu dari mana asalnya.

Sebuah suguhan yang tragis. Kiranya tepat seniman seperti Aziz Supriyanto mengekspresikan peristiwa diatas melalui alunan nada sampe. Karena jika kita mengeluarkan statement, komentar atau pertanyaan bakal memperkeruh suasana. Biarlah alunan nada sampe tersebut membuka mata hati kita untuk mengerti sense of crisis.

Pray for Indonesia adalah ungkapan yg tepat untuk keadaan kita sekarang. Berdoa dalam keheningan, membiarkan alunan itu menembus batas rasionalitas kita sehingga sampai pada keberanian diri untuk mengambil peran berbeda dan itu yang baik.

Bangsa ini membutuh doa dari kita semua. Bagi yang mengalami musibah, bagi yang menghasut dan bagi kita semua yang mengetahui kebenaran tapi belum berani mewujudkannya..

Salam,
SURYA TJANDRA
Caleg DPR RI
PSI dapil Malang Raya

Leave a Reply