NKRI harga mati, PANCASILA sikap PASTI

posted in: #Cultural, #Social, #Spiritual | 0

Kita mungkin sudah melupakan bahwa konsensus bangsa Indonesia disusun karena perbedaan. Perbedaan tersebut tidaklah kemudian disamakan atau bahkan ditiadakan. Perbedaan tersebut dikelola secara qbebas dan bertanggung jawab sebagai pilihan atau bebas kehendak bebas ekspresi diri ataupun kelompok.

NKRI harga mati, PANCASILA sikap PASTI

Maraknya pertikaian antar kelompok merupakan ekspresi ketidaksadaran dan ketidaksabaran yang muncul akibat intelektuallitas yang kian meningkat. Namun sayang intelektualitas tersebut tidak memiliki ruang yang cukup untuk diimplementasikan. Banyak yang terjebak dalam paham linieritas asumsinya sendiri sendiri. Misalnya dengan mengaungkan pancasiila terus menerus, hanya mediskusikan dan merefleksikan tidak akan membawa pada perubahan. Bisa jadi malah sampai pada bentuk kekerasan dengan wajah lain.

Pancasila adalah tuntunan hidup yang dibangun oleh pendiri bangsa yang menyadari perbedaan adalah anak kandung bangsa indonesia. Maka hanya dengan nilai luhur yang murni pesbedaan tersebut dapat terkelola dengan baik tanpa menegasikan kelompok yang berbeda beda tersebut. Semua harus terfasilitasi dan dibatasi oleh ke 5 sila yang terangkum cantik dalam spirit gerakan gotong royong.

Gotong royong inilah yang selanjutnya kita lupakan dalam arus modernitas. Keangkuhan bahwa aku sebagai diri dan kelompok bisa hidup tanpa bantuan aku yang lain. Bahkan semakin liar dan fatal dengan tumbuhnya sikap akulah yang menentukan nasib bagi aku yang lain hanya dengan ukuran kuantitatif. Hukum alam pun berjalan dan berakhir pada pertikaian. Kita kembali ke jaman primitif yang bertindak dengan berbekal pada kemampuan otot, bukan lagi otak.

Padahal kita sudah menerima warisan luhur yang dilahirkan dari perjuangan. Mulai dari peperangan ideologis yang terakspresi pada Sumpah Pemuda 28 okt 1928, peperangan bersenjata melawan penjajah yang berujung pada proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945; maupun pemberontakan terhadap persatuan yang dilalui, KNIL, DI-TII sampai dengan PKI. Semua ikut terlibat dalam persatuan perjuangan indonesia merdeka, namun juga pernah melibatkan diri dalam pemberontakannya. Inilah fakta yang kita hadapi. Kemauan yang keras untuk bersatu selalu dibarengi kemauan lain untuk berpisah.

Menyadari kondisi itulah Pancasila lahir sebagai pemersatu, bukan alat pemersatu. Pancasila adlah nalai dimana seluruh perbedaan itu bisa terkelola secara optimal. NKRI HARGA MATI mustahil bisa diwujudkan hanya dengan slogan. Namun harus melalui sikap hidup yang berkelanjutan dimana setiap ego sektarian kelompok harus rela diletakkan, seperti halnya saat Sumpah Pemuda. Niscaya bahwa hanya dengan sikap dan mental seperti itulah NKRI harga mati terwujud. NKRI HARGA MATI hanya ada jika PANCASILA SIKAP PASTI!

Leave a Reply