MENANTI DETIK AKHIR nasib 40 Anggota DPRD Kota Malang

posted in: #Social | 0

MENANTI DETIK AKHIR NASIB 40 ANGGOTA DPRD KOTA MALANG
(siapa yang menanggung dan siapa yang menjawab?)

Sebagai seorang yang gemar belajar, mengamati adalah kegiatan yang tidak boleh diabaikan. Banyak dari kita salah menangkap fenomena karena larut pada persoalan di permukaan, yang tampak.

“Hahahaha”, adalah ungkapan normal karena saya merasa apa yang saya rasakan dan pikirkan menjadi kenyataan. Badai korupsi kota Malang akhirnya terjadi dan terus akan menggerus kita semua, warga kota Malang. Kita sering melihat bahwa korupsi itu bukan hanya soal tindakan para legislator namun lebih dari itu ada kultur yang terbangun masif, sistem dan terstruktur di lingkungan legislator tsb hidup.

Kita sekarang banyak melihat mereka yang melakukan korupsi. Banyak slogan, anti korupsi, restorasi politik, politik bermartabat,dll pernah kita dengarkan. Namun yang terjadi setelah era reformasi dilahirkan korupsi masih menjadi dan mengalami peningkatan yg cukup signifikan terjadi di kaum legislatif dan eksekutif. Pertanyaannya adalah mengapa? Hal itu terjadi ketika bangsa ini hendak menyusun pembebasannya dari kekangan 32 tahun Orde Baru.

Jawabannya sederhana! Eforia masa reformasi kembali lagi mengantar kita pada kesalahan persepsi tentang konsep musuh bersama. Yg sering kita lihat musuh adalah sifatnya personal, seorang masusia atau kelompok orang dengan identitas tertentu. Jaman Orba, musuh kita adalah Soeharto dan golkar! Jaman revormasi adl Megawati atau Gusdur!, selanjutnya SBY dan yang terakhir adalah Jokowi. Personal sekali.

Padahal yang paling mengerikan adalah culture corruptive yang hampir dimiliki seluruh lapisan masyarakat atau pun kelompok. Semua kasus korupsi yg saat ini terjadi adalah kegagalan sebuah sistem yang dibangun berdasar motivasi yang salah. Korupsi itu bukan soal person, korupsi adalah persoalan sistem.

Ketika Kota Malang hari ini harus mengalami badai korupsi maka yang salah adalah kita semua yang..tahu tapi tidak mau tahu, apalagi peduli; yang menikmati permainan kotor dalam money politic, mengorganisir orang orang untuk kepentingan2 politik pragmatis, hanya kemenangan partai politik sebagai sebuah kebanggaan sektarian

Para politisi itu bisa menjadi pelaku sekaligus korban. Karenanya politisi itu tidak selamanya koruptif. Banyak politisi hebat spt Sophan Sophiaan, dia harus keluar karena sering bertabrakan dengan sesama atau bahkan sahabatnya sendiri. Integritasnya mampu membuatnya bertahan meskipun harus keluar panggung politik dan panggung kehidupan dengan kecelakaan misteriusnya. Kwik Kian Gi contah lain.

Penahanan 40 anggota DPRD kota Malang perlu dimaknai sebuah agenda studi banding mereka pada ranah moralitas mereka, dan itu dilakukan di dalam rumah tahanan. Apapun alasannya sebagai seorang pebelajar anggota dewanpun perlu belajar. Menguasai hukum ketatanegaraan adalah kewajaran yang harus dimiliki untuk menjadi anggota dewan dengan fungsi legislasinya. Namun melindungi moralitas mereka sebagai anggota dewan adl kewajiban setiap anggota dewan iti sendiri dan masyarakat konstituennya.

Siapa yang menjawab badai korupsi itu? Maka jawabannya adalah kita semua. Menjadi apolitis bukanlah pilihan bijak lagi karena meski tidak melakukan korupsi, seluruh warga malang ikut kena dampaknya. Memainkan money politiic tambah akan memperkuat kultur koruptif. Masyarakat harus melihat ini sebagai momentum untuk membangun sistem partisipatif, transparan dan bebas dari money politik.

Biarlah anggota dewan yang sekarang menjadi tersangka menjalani masa studi banding moralitasnya di rutan. Jangan pernah lagi mereka kita percaya setelah mereka mengkianati kita semua. Banyak politisi baru dan mereka baik! Cuma selalu memiliki potensi untuk salah jika mereka kita biarkan berjalan sendiri.

Bangun emosional yang rasional thd calon kita semua dan tugas itu baru menemukan pertarungannya setelah mereka resmi menjadi anggota dewan. Kita tinggalkan romantisme masa lalu jika itu memang menumbuhkembangkan budaya koruptif.

#SuryaTjandra #DPRDKotaMalang #Korupsi #PSInomor11 #ME11ANG #NgalamBois

Leave a Reply