#MALANGDARINOL untuk Nusantara

posted in: #Ngalambois, #Social, #Spiritual | 0

#MALANGDARINOL untuk Nusantara

(Merevolusi harapan menjelang pemilu di tengah tsunami politik kota Malang)

Realitas bahwa pandangan politik itu kotor bisa diterima karena banyak fakta yang merepresentasi hal negatif tersebut. Money politik, korupsi politik, pencitraan dan pemanfaatan elemen masyarakat untuk kepentingan pragmatis, jual beli (manipulasi) suara, adalah beberapa yang mewakili situasi tersebut. Namun sekali lagi itu hanya sebagian dari politik, atau tepat jika mengatakan: itu pemilu.

Proses politik terjadi setiap saat dan mewarnai seluruh kehidupan, dan perlu dipahami politik tidak melulu urusan pemilu. Masyarakat, pejabat eksekutif, legislatif bahkan yudikatif setiap saat berpolitik.

Memang tidak bisa disalahkan sebagian masyarakat menjadi apolitis. Namun tetap saja menterjemahkan politik hanya sebagai pesta demokrasi, pemilu yang kotor adalah sebuah kesalahan juga.

Ada hal menarik ketika orang orang yang punya niat baik mulai bersikap dan memutuskan untuk membantu memperjuangkan sebuah gagasan yang semakin memperkembangkan kualitas kehidupan masyarakat. Apalagi didalam suasana jenuh, tidak percaya atau merasa ditinggalkan para wakilnya akibat tragedi 41 anggota dewan terjerat kasus korupsi.

Perlu kita catat dan distabilo kuning bahwa korupsi itu hanya gunung es di tengah samudra. Fenomena ini hanya sebagian kecil dari permasalahan yang ada. Akar masalahnya adalah masyarakat kita; saya, anda dan kita semua sedang sakit.

Saya lebih memilih bahwa situasi memalukan bisa jadi menjadi titik balik kebangkitan masyarakat. Situasi ini bisa menjadi momentum transformasi masyarakat. Sesulit apapun situasi yang dihadapi pasti ada harapan, optimisme lahirnya perubahan. Momen inilah yg dinamakan revolusi harapan. Dan itu sudah terjadi dlm GERAKAN MORAL #MALANGDARINOL

Salah satu yang menarik adanya embrio perubahan gerakan politik identitas menjadi politik kapasitas dalam menetukan pilihan wakil dalam proses pemilu. Pemilu dimaknai bukan melulu asal pokoknya sama; entah partainya, kepentingan pragmatisnya, agamanya ataupun pertemanannya.

Politik kapasitas dalam pemilu mengutamakan rekam jejak personal orangnya. Bukan hanya melalui penyebaran visi dan misi calon, yang bisa dikarang indah, namun lebih pada rekam jejak karya seorang calon, dan hal ini tidak bisa dikarang.

Banyak orang atau caleg baik tidak jadi terpilih karena temannya sedikit, tidak populer. Namun patut dicatat! Dalam sejarah justru berasal dari orang orang spt itulah perubahan terjadi, dan yang menjadi harapan bisa mewujud. Contoh nyata : Presiden Jokowi.

Maka penting memilih yang tidak terkenal,populer dan bukan teman kita namun pada akhirnya menjadi teman atau sahabat kita dari pada hanya karena teman kita kita memilih tapi dia berpotensi menjadi musuh kita di masa depan.

Sangat baik jika menitipkan harapan pada teman kita. Sayapun akan melakukan hal tersebut. Namun Saya tidak akan menitipkan harapan kepada teman yang bakal mengecewakan saya.

Sisi yang lain, saya lebih suka memilih calon yang yang belum saya kenal dengan baik dengan rekam jejak yang jelas, sehingga menumbuhkan keyakinan bahwa harapan saya bisa terwujud.

#MALANGDARINOL untuk nusantara adalah ajang refleksi kita bersama menuju Malang lbh baik.

Leave a Reply