Kebudayaan sebagai KEKUATAN PERUBAHAN

posted in: #Cultural, #Ngalambois, #Spiritual | 0

“Sebuah lukisan tidak bisa menghentikan peluru, tetapi ia bisa menghentikan tangan yang menarik pelatuknya.”

Demikian kutipan yang sempat saya sampaikan pada Sarasehan Kebudayaan pada acara Gendang Purnama Ganesha yang diselenggarakan warga Desa Karangkates, Kabupaten Malang, pada malam hari Selasa, tanggal 7 Agustus 2018 lalu.

Selain saya hadir sebagai pembicara budayawan-budayawan senior Malang Raya hingga ke Blitar, seperti arkeolog Dwi Cahyono dosen Universitas Negeri Malang, Ki Demang budayawan Kampung Budaya Polowijen, Kang Redi Eko Prasetyo penggagas Kampung Cempluk dan Presiden Jaringan Kampung Nusantara, mbah Yongky Irawan budayawan Kampung Padepokan, dan Ki Anung Sunarto Timur spiritualis nusantara.

Cocok sekali dengan ungkapan soal lukisan dan peluru tadi, hadir kisah dari penggagas dan pendamping Gubuk Baca Gang Tato, Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Desa ini sebelumnya terkenal sebagai kampung para preman bertato, dan melalui gubuk baca pelan-pelan kampung ini berubah menjadi kampung aman dan produktif.

Sedikitnya ada 15 kegiatan sejenis dilaksanakan saban tahun di seantero Malang Raya. Cukup banyak meski relatif masih sangat sedikit dibanding jumlah desa di Malang Raya yang lebih 500 desa.

Saya beruntung sempat melihat dan terlibat secara langsung di gelar kebudayaan masyarakat Karangkates ini. Kebudayaan menunjukkan bahwa ia adalah juga kekuatan untuk perubahan. Ke depan sinergi di antara potensi budaya ini perlu diperkuat, dan saya sampaikan bahwa politik sangat bisa melakukan itu asal ada niat.

Saya mengakhiri curah gagasan budaya ini dengan sebuah kutipan lain yang rasanya cocok sekali dengan yang saya lihat dan alami di Malang Raya ini:

“Kebudayaan adalah seperti benih dari tanaman dan bunga yang akan merambah dan menutupi puing-puing dengan mekahnya. Kebudayaan membawa kembali harapan pada orang, dan memberi sebuah kesempatan pada jiwa mereka yang terluka untuk keluar dari mimpi buruk, penolakan, dan dendam.”

#MalangRaya #NgalamBois
#SuryaTjandra #PSInomor11

Leave a Reply