Jafro Megawanto, atlet asal Malang peraih MEDALI EMAS di ASIAN GAMES 2018

posted in: #Ngalambois, #Social | 0

Warga Malang raya pasti bangga dengan Jafro Megawanto. Anak muda kelahiran Kota Malang itu ikut berperan menambah koleksi medali emas Indonesia dalam ajang Asian Games 2018.

Buat yang belum tahu, Jafro adalah atlet (22 tahun) untuk cabang olahraga paralayang. Nomor yang dia mainkan adalah akurasi tunggal putra.

Pada 23 Agustus lalu Jafro berhasil meraih medali emas di Gunung Mas Puncak, Jawa Barat. Jafro mengalahkan Witeetham dari Thailand, Lee Chulsoo asal Korea Selatan, dan 30-an atlet dari negara lainnya.

Sumber Foto: bolabanget.id

Di nomor akurasi beregu putra pun Jafro punya andil menyumbang medali emas.

Capaian itu membuat daftar catatan prestasi Jafro semakin bertambah.

Sebelumnya, Jafro meraih medali emas dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat mewakili Jawa Timur. Jafro juga meraih peringkat kedua di Piala Dunia Paralayang Akurasi (PGAWC) 2017 di Kanada.

Bicara tentang Jafro tidak hanya bicara tentang prestasinya. Kegigihan Jafro dalam menggapai cita-citanya mau saya angkat di sini.

Jafro tertarik pada paralayang sejak usia 13 tahun. Jafro sering melihat para atlet yang sedang latihan. Kebetulan rumahnya tidak jauh dari tempat latihan.

Jafro ingin menekuni olahraga tersebut. Jafro bertekad menjadi atlet paralayang.

Tapi Jafro berasal dari keluarga yang kurang beruntung. Orangtuanya ‘hanya’ seorang petani dan tidak mampu membiayai cita-cita Jafro.

Ketiadaan biaya tidak menghalangi Jafro. Jafro pun bekerja sebagai paraboy atau tukang lipat parasut.

Honor yang diterima Jafro dari pekerjaan ini sebenarnya hanya pas untuk memenuhi kebutuhan operasional latihannya, bahkan kurang. Namun Jafro tetap menjalaninya karena dia bisa menimba pengetahuan tentang paralayang dari sini.

Orangtua Jafro sempat meminta Jafro untuk mengurungkan cita-citanya tersebut. Bukan bermaksud tidak mendukung, tapi itu ‘terpaksa’ dilakukan karena keadaan dirasa tidak memungkinkan.

Jafro bertahan. Jafro tetap menjadi paraboy dan latihan paralayang.

Melihat hal itu, orangtuanya tidak pernah lagi meminta Jafro untuk mundur. Orangtuanya bahkan sering berutang ke sana ke mari untuk memenuhi kebutuhan latihan Jafro dan ikut kompetisi.

Karena kegigihan Jafro dan dukungan orantuanya, sekarang dunia mencatat Jafro sebagai atlet paralayang yang patut diperhitungkan.

Bagi saya Jafro adalah sosok yang layak diteladani anak-anak muda Indonesia. Meski kurang beruntung tapi dia pantang menyerah pada keadaan. Kisah Jafro harusnya menginspirasi anak muda yang saat ini sedang pesimistik.

Kapan waktu ke Malang, saya ingin bertemu Jafro. Sebagai orang yang ingin belajar dan sebagai sesama orang yang berasal dari keluarga kurang beruntung.

#SuryaTjandra #JafroMegawanto #AsianGames #PSInomor11 #ME11ANG #NgalamBois

Leave a Reply