Deklarasi Kampanye Damai : NO SARA, NO HOAX, NO HINA/HUJAT, NO MONEY POLITIC

posted in: #Ngalambois, #Spiritual | 0

23 September 2019, KPU secara resmi membuka kampanye damai pemilu 2019. PRESIDEN, DPR RI, DPRD PROVINSI, DPRD KOTA/KABUPATEN sekaligus DPD. Mulai hari ini pula sampai dengan 13 April 2019 kampanye terbuka akan mengisi dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara seluruh komponen bangsa.

Masih ada sisa memori bagaimana pilkada Jakarta 2016 digelar dan itu menyisakan perasaan tidak nyaman di hati kita masing-masing. Polarisasi sektarian, hoax, intimidasi bahkan persekusi, sampai dengan politik uang menjadi pelajaran kita bersama bagaimana persatuan dan kesatuan yang selama ini kita rawat tercabik-cabik.

Kiranya menjadi sangat tepat menurut saya seruan KPU dalam peresmian kampanye damai terbuka kali ini. Kampanye damai pemilu 2019 adalah momentum pendidikan politik bagi masyarakat. Bagaimana citra diri seorang calon dikemas dalam visi dan misi untuk membangun, memperkaya sekaligus mencerdaskan partisipasi masyarakat, sehingga bisa meningkatkan antusias masyarakat untuk berpartisipasi menggunakan hak suaranya.

Malang Raya secara umum dan kota Malang secara khusus, juga tidak meninggalkan cerita kelam, hampir semua anggota dewannya menjadi tersangka kasus korupsi oleh KPK. Tentu menjadi selaras gerakan moral #MALANGDARINOL untuk nusantara dengan semangat kampanye damai yang disampaikan okeh KPU hari ini.

Setiap calon harus menjadi lokomotif bagi para calon konstituennya. Mengedepankan cara cara yang semakin mencerdaskan masyarakat. Merasakan dan mengajak masyarakat untuk memperbaiki kehidupannya dengan semangat partisipasif berbekal potensi yang dimiliki.

Saya yakin gerakan moral yang sedang dibangun warga Malang untuk nusantara senada dengan harapan kita semua untuk membangun semangat/solidaritas menuju Malang lebih baik. Sebagai caleg, saya akan lebih mengedepankan membangun komunikasi sehat dengan subyek konstituens saya dengan pendekatan melibatkan, mencerdaskan dan memberdayakan.

Politik bukan sekedar mobilisasi masa untuk mencapai tujuan pragmatis sektarian namun lebih pada upaya pemberdayaan melalui sinergisitas komponen masyarakat untuk masa depan yang lebih baik, sehat dan sejahtera.

Sayapun mengajak semua pihak untuk aktif memerangi isu sara, hoax, hinaan atau hujatan pada kelompok lain, dan politik untuk sebagai sebuah strategi meraih simpati. Simpati akan hadir sebagai hadiah ketika kita benar benar memperjuangkan kepentingan masyatakat. Hadirnya kita sebagai lokomatif perubahan ini akan merubah kecerdasan masyarat semakin meningkat.

Apatis menjadi partisipatif; Dari penyebar fitnah menjadi berbagi pemikiran sekaligus program; Dari mengacam menjadi penghubung dan menfasilitasi; dan uang dipahami sebagai sarana bukan tujuan untuk mencapai kualitas politik yang bermartabat, lebih manusiawi.

Kita adalah harapan masyarakat Malang yang tengah prihatin. Kerja kita akan menentukan masib masa depan Malang raya secara umum, kota Malang secara khusus.

Saatnya “ngalambois” menjadi

Salam,

Surya Tjandra
caleg DPR Ri, PSI, dapil Malang Raya

Leave a Reply